Literasi Sains dalam Keluarga, Gerakan Literasi Nasional

By | 4 November 2017

gerakan literasi nasional

Pentingnya Literasi Sains

Literasi sains merupakan kunci utama untuk menghadapi berbagai tantangan pada abad XXI untuk mencukupi kebutuhan air dan makanan, pengendalian penyakit, menghasilkan energi yang cukup, dan menghadapi perubahan iklim (UNEP, 2012). Banyak isu yang timbul di tingkat lokal ketika individu berhadapan dengan keputusan berkaitan dengan praktik-praktik yang memengaruhi kesehatan dan persediaan makanan, penggunaan bahan dan teknologi baru yang tepat, dan keputusan tentang penggunaan energi.

Sains dan teknologi memiliki kontribusi utama terkait dengan semua tantangan di atas dan semua tantangan tidak akan terselesaikan jika individu tidak memiliki kesadaran sains. Hal ini tidak berarti mengubah setiap orang menjadi pakar sains, tetapi memungkinkan mereka untuk berperan dalam membuat pilihan yang berdampak pada lingkungan dan dalam arti yang lebih luas memahami implikasi sosial dari perdebatan para pakar. Hal ini juga berarti bahwa pengetahuan sains dan teknologi berbasis sains berkontribusi signifikan terhadap kehidupan pribadi, sosial, dan profesional. Literasi sains membantu kita untuk membentuk pola pikir, perilaku, dan membangun karakter manusia untuk peduli dan bertanggung jawab terhadap dirinya, masyarakat, dan alam semesta, serta permasalahan yang dihadapi masyarakat modern yang sangat bergantung pada teknologi.

Individu yang literat sains harus dapat membuat keputusan yang lebih berdasar. Mereka harus dapat mengenali bahwa sains dan teknologi adalah sumber solusi. Sebaliknya, mereka juga harus dapat melihatnya sebagai sumber risiko, menghasilkan masalah baru yang hanya dapat diselesaikan melalui penggunaan sains dan teknologi. Oleh karena itu, individu harus mampu mempertimbangkan manfaat potensial dan risiko dari penggunaan sains dan teknologi untuk diri sendiri dan masyarakat. Literasi sains tidak hanya membutuhkan pengetahuan tentang konsep dan teori sains, tetapi juga pengetahuan tentang prosedur umum dan praktik terkait dengan inkuiri saintifik dan bagaimana memajukan sains itu sendiri. Untuk semua alasan tersebut, literasi sains dianggap menjadi kompetensi kunci yang sangat penting untuk membangun kesejahteraan manusia di masa sekarang dan masa depan.

LITERASI SAINS SABAGAI KECAKAPAN HIDUP

1. Pengertian Literasi Sains

Literasi sains dapat diartikan sebagai pengetahuan dan kecakapan ilmiah untuk mampu mengidentifikasi pertanyaan, memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah, serta mengambil simpulan berdasar fakta, memahami karakteristik sains, kesadaran bagaimana sains dan teknologi membentuk lingkungan alam, intelektual, dan budaya, serta kemauan untuk terlibat dan peduli terhadap isu-isu yang terkait sains (OECD, 2016). National Research Council (2012) menyatakan bahwa rangkaian kompetensi ilmiah yang dibutuhkan pada literasi sains mencerminkan pandangan bahwa sains adalah ansambel dari praktik sosial dan epistemik yang umum pada semua ilmu pengetahuan, yang membingkai semua kompetensi sebagai tindakan.

2. Prinsip Dasar Literasi Sains

1. Kontekstual, sesuai dengan kearifan lokal dan perkembangan zaman;
2. Pemenuhan kebutuhan sosial, budaya, dan kenegaraan;
3. Sesuai dengan standar mutu pembelajaran yang sudah selaras dengan pembelajaran abad XXI;
4. Holistik dan terintegrasi dengan beragam literasi lainnya; dan
5. Kolaboratif dan partisipatif.

2. Ruang Lingkup Literasi Sains

Literasi sains merupakan bagian dari sains, bersifat praktis, berkaitan dengan isu-isu tentang sains dan ide-ide sains. Warga negara harus memiliki kepekaan terhadap kesehatan, sumber daya alam, kualitas lingkungan, dan bencana alam dalam konteks personal, lokal, nasional, dan global. Dari sini kita bisa melihat bahwa cakupan literasi sains sangat luas, tidak hanya dalam mata pelajaran sains, tetapi juga beririsan dengan literasi lainnya.

Indikator Literasi Sains di Keluarga

Indikator Literasi Sains di Keluarga

1. Jumlah dan variasi bahan bacaan literasi sains yang dimiliki keluarga;
2. Frekuensi membaca bahan bacaan literasi sains dalam keluarga setiap harinya;
3. Jumlah bahan bacaan literasi sains yang dibaca oleh anggota keluarga;
4. Frekuensi kesempatan anak mengaplikasikan sains dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga;
5. Jumlah permainan edukatif berbasis literasi sains dalam keluarga; dan
6. Jumlah pelatihan literasi sains yang aplikatif dan berdampak pada keluarga.

GERAKAN LITERASI SAINS DI KELUARGA

Sasaran Gerakan Literasi Sains di Keluarga

1. Meningkatnya jumlah dan variasi bahan bacaan literasi sains yang dimiliki keluarga;
2. Meningkatnya frekuensi membaca bahan bacaan literasi sains dalam keluarga setiap harinya;
3. Meningkatnya jumlah bahan bacaan literasi sains yang dibaca oleh anggota keluarga;
4. Meningkatnya frekuensi kesempatan anak mengaplikasikan sains dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga;
5. Meningkatnya jumlah permainan edukatif berbasis literasi sains dalam keluarga; dan
6. Meningkatnya jumlah pelatihan literasi sains yang aplikatif dan berdampak pada keluarga.

Strategi Gerakan Literasi Sains di Keluarga

Literasi sains di keluarga bertujuan untuk memperlengkapi setiap anggota keluarga sehingga bergairah untuk menerapkan kecakapan sains dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, strategi utama dalam Gerakan Literasi Sains di Keluarga dapat dikembangkan melalui tiga hal sebagai berikut.

  1. Bentuk-bentuk pembiasaan yang dilakukan secara konsisten dalam keluarga;
  2. Penguatan keterampilan orang dewasa (orang tua, asisten rumah tangga, dan lain-lain) dalam penerapan kecakapan sains; dan
  3. Tersedianya sumber-sumber pendukung yang menunjang, baik pembiasaan maupun keterampilan sains.

Penguatan Kapasitas Fasilitator

  1. Pelatihan orang dewasa (misalnya, orang tua, asisten rumah tangga, atau orang dewasa lainnya yang mengasuh anak tersebut) mengenai kompetensi sains dan cara-cara memasukkan unsur sains dalam kegiatan mereka sehari-hari bersama anggota keluarga di rumah.
  2. Pelatihan orang dewasa (misalnya, orang tua, asisten rumah tangga, atau orang dewasa lainnya yang mengasuh anak tersebut) untuk membuat alat peraga sains dan permainan sains yang dapat dimainkan di rumah.

Peningkatan Jumlah dan Ragam Sumber Belajar Bermutu

  1. Tersedianya buku bacaan yang berkaitan dengan literasi sains (fiksi, nonfiksi, dan referensi), buku-buku yang dapat membangkitkan rasa ingin tahu, dan cara mengajarkan literasi sains yang dibawa oleh Pustaka Keliling.
  2. Tersedianya bahan dan instruksi untuk membuat alat peraga sains yang mudah dikerjakan. Pembuatan alat peraga sains yang mudah dan dapat dikerjakan oleh orang tua akan memberikan pilihan ragam kegiatan yang menyenangkan bagi anak dan orang tua.
  3. Memilih permainan edukatif yang berkaitan dengan sains. Beragam permainan edukatif dapat dipilih orang tua untuk mengembangkan literasi sains pada anak. Orang tua disarankan untuk proaktif dalam menyeleksi beragam permainan yang sesuai dengan usia anak.
  4. Memetakan potensi lingkungan sekitar dan daerah yang dapat digunakan sebagai sumber belajar. Lingkungan sekitar tempat tinggal yang digali dan dipetakan potensinya akan memperkaya proses belajar bagi keluarga. Aksesnya pun mudah dan murah sehingga sangat mendukung penumbuhkembangan literasi sains.
  5. Memetakan potensi narasumber dari teman/tetangga yang potensial. Teman, tetangga, atau kerabat yang berkapasitas menjadi narasumber literasi sains dapat dilibatkan dalam kegiatan literasi untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan.
  6. Penerjemahan bahan-bahan penunjang literasi sains yang bermutu bagi keluarga. Bahan-bahan penunjang literasi sains sebagian besar menggunakan bahasa asing sehingga perlu diterjemahkan agar semua keluarga dapat mengaksesnya dengan mudah.
  7. Tersedianya film-film yang berkaitan dengan literasi sains. Literasi sains juga dapat dikenalkan melalui film-film berkualitas. Selain itu, keluarga dapat berbagi sumber bacaan/film di lingkungan keluarga dan tetangga (tukar film, tukar buku, dan lain-lain).
  8. Tersedianya situs-situs pembelajaran literasi sains untuk keluarga. Situs tersebut dapat memberikan pandangan dan pengalaman baru bagi orang tua tentang bagaimana mengenalkan dan menumbuhkembangkan literasi sains bagi anak.
  9. Memperbanyak kegiatan jelajah alam sekitar bersama keluarga. Lingkungan alam sekitar juga dapat menjadi sumber belajar yang dapat dieksplorasi semaksimal mungkin oleh anak.

Baca Juga :

Gerakan Literasi Finansial dalam Keluarga

3 Wasiat Penting dan Berharga untuk Guru demi Keberhasilan Pendidikan

Mengenal Karakteristik Peserta Didik Berdasarkan Aspek Moral

Perluasan Akses Sumber Belajar Bermutu dan Cakupan Peserta Belajar

  1. Pemanfaatan fasilitas di rumah untuk tampilan-tampilan literasi sains. Tampilan yang mendukung literasi sains di rumah bermanfaat untuk mengenalkan dan mendekatkan anak terhadap sains.
  2. Tersedianya fasilitas atau tampilan-tampilan literasi sains di ruang publik yang mendorong keluarga untuk “bermain sains”. Penyediaan fasilitas tersebut dapat melibatkan BUMN dan DUDI.
  3. Mendorong anggota keluarga untuk mengikuti kegiatan yang berhubungan dengan literasi sains. Dorongan orang tua dan anggota keluarga dalam mendukung dan mengarahkan anak untuk mengikuti berbagai kegiatan literasi mempunyai pengaruh yang besar. Orang tua diharapkan proaktif dalam menyeleksi berbagai kegiatan yang ada.

Peningkatan Pelibatan Publik

  1. Melibatkan orang tua dalam kegiatan literasi sains di sekolah.Terlibatnya orang tua dalam kegiatan literasi sains tidak hanya memperkuat proses pembelajaran yang terjadi di sekolah, tetapi juga dapat membantu orang tua untuk melakukan pendalaman dan pengembangan kegiatan serupa di rumah.
  2. Melibatkan orang tua dalam pemeliharaan taman baca. Orang tua hendaknya berpartisipasi dalam pendirian dan pemeliharaan taman baca yang ada di lingkungan sekitar karena ekosistem yang mendukung literasi di masyarakat akan berpengaruh terhadap lingkungan keluarga.
  3. Menyelenggarakan kegiatan keluarga yang berhubungan dengan literasi sains. Setiap keluarga dapat menyelenggarakan berbagai inisiatif kegiatan yang berhubungan dengan literasi sains, kemudian mengajak keluarga yang lain untuk ikut serta terlibat dalam kegiatan tersebut.

Penguatan Tata Kelola

  1. Pengalokasian waktu tertentu dalam keluarga untuk melakukan aktivitas-aktivitas bersama yang berkaitan dengan sains. Hal tersebut menjadi sebuah bentuk prioritas dan komitmen keluarga dalam upaya untuk mewujudkan kesuksesan gerakan literasi.
  2. Alokasi dana untuk kegiatan yang mendukung literasi sains.Alokasi dana keluarga, seperti investasi, dalam mempersiapkan kompetensi anak untuk menghadapi masa depan.
  3. Pelibatan orang tua dalam tata kelola sekolah dan proses pembelajaran. Keterlibatan orang tua memberikan pengaruh besar terhadap proses pembelajaran dan pengelolaan sekolah dalam hal pengembangan literasi.

 

Sumber : materi pendukung literasi sains, kemdikbud Download disini

 

 

Tinggalkan Balasan