Gerakan Literasi Finansial dalam Keluarga

By | 15 November 2017

Literasi Finansial dalam keluarga

Pentingnya Literasi Finansial

Gerakan Literasi finansial merupakan solusi dan peluang untuk mengatasi kondisi ekonomi saat ini. Forum Ekonomi Dunia (World Economy Forum) 2015 telah memberikan gambaran tentang keterampilan abad ke-21 yang sebaiknya dimiliki oleh seluruh bangsa di dunia. Keterampilan tersebut meliputi literasi dasar, kompetensi, dan karakter.

Agar mampu bertahan pada era abad ke-21, masyarakat harus menguasai enam literasi dasar, salah satunya adalah literasi finansial. Untuk mampu bersaing terutama dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), masyarakat Indonesia harus memiliki kompetensi yang meliputi berpikir kritis/memecahkan masalah, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Sementara itu, untuk memenangkan persaingan ekonomi, masyarakat harus memiliki karakter yang kuat yang meliputi iman dan takwa, rasa ingin tahu, inisiatif, kegigihan, kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, serta kesadaran sosial dan budaya.

Secara umum literasi tidak lagi diartikan sebagai kegiatan baca tulis, tetapi memiliki makna yang lebih luas yang mencakup pemahaman yang baik terhadap berbagai aspek kehidupan. UNESCO mengartikan literasi atau keaksaraan sebagai rangkaian kesatuan dari kemampuan menggunakan kecakapan membaca, menulis, dan berhitung sesuai dengan konteks yang diperoleh dan dikembangkan melalui proses pembelajaran dan penerapan di sekolah, keluarga, masyarakat, dan situasi lainnya yang relevan untuk remaja dan orang dewasa. Dalam tiga dekade terakhir, pemahaman tentang cakupan literasi telah berkembang, yang meliputi (a) literasi sebagai suatu rangkaian kecakapan membaca, menulis, dan berbicara; kecakapan berhitung; dan kecakapan dalam mengakses dan menggunakan informasi; (b) literasi sebagai praktik sosial yang penerapannya dipengaruhi oleh konteks; (c) literasi sebagai proses pembelajaran dengan kegiatan membaca dan menulis menjadi medium untuk merenungkan, menyelidik, menanyakan, dan mengkritisi ilmu dan gagasan yang dipelajari; (d) literasi sebagai teks yang bervariasi menurut subjek, genre, dan tingkat kompleksitas bahasa.

Dengan demikian, tampak bahwa literasi begitu penting. Literasi tidak lagi dipahami hanya sebagai transformasi individu semata, tetapi juga sebagai transformasi sosial. Rendahnya tingkat literasi sangat
berkorelasi dengan kemiskinan, baik dalam arti ekonomi maupun dalam arti yang lebih luas. Literasi memperkuat kemampuan individu, keluarga, dan masyarakat untuk mengakses kesehatan, pendidikan, serta ekonomi dan politik. Dalam konteks kekinian, literasi tidak lagi hanya sekadar kemampuan baca, tulis, dan berhitung, tetapi juga melek ilmu pengetahuan dan teknologi, keuangan, budaya dan kewargaan, kekritisan pikiran, dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia harus menguasai literasi yang dibutuhkan untuk dijadikan bekal mencapai dan menjalani kehidupan yang berkualitas, baik masa kini maupun masa yang akan datang.

Lebih lanjut isu keuangan adalah salah satu isu mendasar bagi kehidupan individu dan masyarakat untuk mekanisme kelangsungan hidup. Manusia terlahir sebagai makhluk sosial yang membutuhkan bantuan manusia lain untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup dan bertahan hidup ( survive mechanism) sekaligus sebagai konsumen. Pola hidup konsumtif yang tidak proporsional yang tidak sesuai dengan kemampuan pendapatan dan kondisi keuangan akan menyebabkan masalah keuangan. Seorang individu membutuhkan pengetahuan dasar keuangan atau secara umum dikenal dengan istilah literasi keuangan atau literasi finansial.

LITERASI FINANSIAL SEBAGAI KECAKAPAN HIDUP

Pengertian Literasi Finansial

Literasi finansial adalah pengetahuan dan kecakapan untuk mengaplikasikan pemahaman tentang konsep dan risiko, keterampilan agar dapat membuat keputusan yang efektif dalam konteks finansial untuk meningkatkan kesejahteraan finansial, baik individu maupun sosial, dan dapat berpartisipasi dalam lingkungan masyarakat.

Literasi finansial sebagai salah satu literasi dasar menawarkan seperangkat pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola sumber daya keuangan secara efektif untuk kesejahteraan hidup sekaligus ke-butuhan dasar bagi setiap orang untuk meminimalisasi, mencari solusi, dan membuat keputusan yang tepat dalam masalah keuangan. Literasi finansial juga memberikan pengetahuan tentang pengelolaan dan pe-manfaatan sumber daya sebagai amunisi untuk pembentukan dan penguatan sumber daya manusia Indonesia yang kompeten, kompetitif, dan berintegritas dalam menghadapi persaingan di era globalisasi dan pasar bebas dan juga sebagai warga negara dan warga dunia yang bertanggung jawab dalam pelestarian alam dan lingkungan dalam pemenuhan kebu-tuhan hidup dan kesejahteraan.

Prinsip Dasar Literasi Finansial

  1. Keutuhan (holistik) unsur-unsur literasi finansial bersinergi dengan lima literasi dasar yang lain, dengan kecakapan abad ke-21
  2. Keterpaduan (terintegrasi) dengan kompetensi, kualitas karakter dengan lima literasi dasar lainnya. Keterpaduan dengan berbagai ranah, baik sekolah, keluarga, dan masyarakat.
  3. Responsif terhadap kearifan lokal dan ajaran religi yang ada di Indonesia. Berisi muatan yang mempertimbangkan kearifan lokal dan ajaran religi yang sangat beragam di Indonesia.
  4. Responsif kesejagatan: mempertimbangkan, tanggap, dan memanfaatkan hal-hal yang berkenaan dengan literasi finansial yang berasal dari mana saja (bersifat universal).
  5. Inklusif: merangkul semua pihak dengan terbuka dan setara; membuka kesempatan atau peluang serta kemungkinan-kemungkinan yang berasal dari pihak lain.
  6. Partisipatif: melibatkan, mendayagunakan, memanfaatkan berbagai pemangku kepentingan literasi finansial, dan berbagai sumber daya yang dimiliki berbagai pemangku kepentingan.
  7. Kesesuaian perkembangan psikologis, sosial, dan budaya: bahan-bahan, program, dan kegiatan literasi finansial selaras dengan perkembangan individu, perkembangan sosial, dan budaya yang melingkupi atau menaungi individu.
  8. Keberlanjutan: seluruh program, kegiatan, dan hasilnya harus berlanjut dan saling menopang.
  9. Keakuntabelan semua program, kegiatan, dan hasil literasi finansial harus dapat dipertanggungjawabkan
    kepada semua pemangku kepentingan literasi serta bisa diakses dan dikaji kembali oleh pihak lain.

Indikator Literasi Finansial

  1. Adanya peningkatan indeks literasi finansial. Peningkatan indeks literasi finansial dapat dilihat dari survei yang dilakukan oleh lembaga keuangan nasional dan internasional, seperti lembaga Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Dunia (World Bank).
  2. Ketersediaan berbagai modul literasi finansial dan sarana penunjang yang mendukungnya. Modul literasi finansial dalam beragam media yang variatif, seperti buku cetak, buku elektronik, audio, audio visual, aplikasi, alat peraga, dan sumber literasi finansial lainnya yang dapat diakses dengan mudah oleh semua lapisan masyarakat.
  3. Implementasi gaya hidup ugahari. Sosialisasi ugahari (moderasi) sebagai gaya hidup yang berdampak pada pengelolaan keuangan yang efektif, efisien, dan berimbang.
  4. Peningkatan penggunaan berbagai produk jasa keuangan, seperti bank, asuransi, investasi, dan berbagai produk jasa keuangan lainnya. Masyarakat dapat mengakses layanan produk jasa keuangan yang legal dan aman untuk melakukan transaksi finansial.
  5. Konsumen yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab. Masyarakat dapat memilih dan memilah produk dan jasa yang akan digunakan serta melahirkan produk dan layanan ekonomi yang berkualitas.
  6. Masyarakat yang lebih memprioritaskan produk lokal (nasional).
    Meningkatnya produksi dan konsumsi produk lokal yang menguatkan perekonomian nasional untuk kemakmuran dan kesejahteraan bangsa Indonesia.
  7. Kompilasi kegiatan literasi finansial berbasis kearifan lokal di seluruh Indonesia. Keberagaman konsep dan praktik literasi finansial berbasis kearifan lokal yang memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, terutama ilmu pengetahuan ekonomi.
  8. Sosialisasi dan pemanfaatan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang efektif dan efisien. Pemanfaatan KIP yang optimal oleh rakyat Indonesia mendorong kualitas pendidikan dan SDM.

Indikator Literasi Finansial di Keluarga

  1. Jumlah dan variasi bahan bacaan literasi finansial yang dimiliki keluarga;
  2. Frekuensi membaca bahan bacaan literasi finansial dalam keluarga setiap harinya;
  3. Jumlah bacaan literasi finansial yang dibaca oleh anggota keluarga;
  4. Jumlah pelatihan literasi finansial yang aplikatif dan berdampak pada keluarga;
  5. Jumlah produk keuangan yang digunakan dalam keluarga, seperti tabungan, asuransi dan investasi;
  6. Tingkat pemahaman konsep tentang fungsi dasar keuangan, seperti cara menghasilkan uang atau mata pencaharian dan alat tukar barang dan jasa; dan
  7. Tingkat keterlibatan seluruh anggota keluarga dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan finansial dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :

Literasi Sains dalam Keluarga

Literasi Digital dalam Keluarga

literasi-sekolah-cerita-rakyat-dapat-tumbuhkan-nasionalisme-anak/

 

GERAKAN LITERASI FINANSIAL DI KELUARGA

Orang tua merupakan agen sosialisasi utama dalam proses belajar anak tentang keuangan dan proses pengembangan perilaku pengelolaan keuangan yang dilakukan di dalam lingkungan keluarga. Pembentukan karakter, disiplin diri, dan integritas juga dapat dilakukan dalam penerapan literasi finansial anak oleh orang tua melalui beragam praktik, seperti membiasakan hidup jujur dan ugahari (moderasi), menabung, berderma, melakukan wirausaha, pengenalan konsep investasi, dan praktik baik lainnya.

Sasaran Gerakan Literasi Finansial di Keluarga

  1. Meningkatnya jumlah dan variasi bahan bacaan literasi finansial yang dimiliki keluarga;
  2. Meningkatnya frekuensi membaca bahan bacaan literasi finansial dalam keluarga setiap harinya;
  3. Meningkatnya jumlah bacaan literasi finansial yang dibaca oleh anggota keluarga;
  4. Meningkatnya jumlah pelatihan literasi finansial yang aplikatif dan berdampak pada keluarga;
  5. Meningkatnya jumlah produk keuangan yang digunakan dalam keluarga, seperti tabungan, asuransi dan investasi;
  6. Meningkatnya pemahaman konsep tentang fungsi dasar keuangan, seperti cara menghasilkan uang atau mata pencaharian dan alat tukar barang dan jasa; dan
  7. Meningkatnya keterlibatan seluruh anggota keluarga dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan finansial dalam kehidupan sehari-hari.

Strategi Gerakan Literasi Finansial di Keluarga

Penguatan Kapasitas Fasilitator

  1. Pelatihan orang tua mengenai konsep perencanaan dan tata kelola keuangan keluarga;
  2. Pengaplikasian konsep perencanaan keuangan dalam keluarga;
  3. Pelatihan orang tua atau asisten rumah tangga mengenai kompetensi finansial dan tata kelola finansial dalam kegiatan mereka sehari-hari bersama anak-anak yang mereka dampingi;
  4. Pelatihan kepada orang tua untuk membuat alat peraga dan permainan finansial yang dapat dimainkan di rumah;
  5. Pelatihan orang tua mengenai kompetensi finansial dan tata kelola finansial dalam kegiatan mereka sehari-hari bersama anak-anak yang mereka dampingi;
  6. Pengalokasian waktu tertentu dalam keluarga untuk melakukan aktivitas-aktivitas bersama yang berkaitan dengan literasi finansial. Misalnya:
  • Mengaplikasikan konsep dan praktik literasi finansial dalam kegiatan sehari-hari di rumah;
  • Mengajak anggota keluarga melakukan kegiatan ekonomi yang dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari;
  • Membiasakan anggota keluarga dengan pola hidup ugahari;
  • Membiasakan anggota keluarga menabung;
  • Membiasakan anggota keluarga berderma;
  • Mendorong anggota keluarga berwirausaha;
  • Mendorong anggota kelurga mengelola uang yang diterima
    (uang saku sekolah, angpau, dll.);
  • Mendorong anggota keluarga terutama anak untuk membuat perencanaan keuangan sendiri, seperti perencanaan membeli barang, perencanaan liburan, dan perencanaan uang jajan;
  • Membiasakan praktik 4 R (reduce, reuse, recycle, dan recover) kepada seluruh anggota keluarga; dan
  • Melakukan permainan yang berkaitan dengan literasi keuangan, seperti monopoli dan permainan lainnya.

Peningkatan Jumlah dan Ragam Sumber Belajar Bermutu

  1. Penyediaan bahan bacaan di rumah yang berkaitan dengan literasi finansial (majalah, koran, dan buku);Penyediaan bahan referensi yang berkaitan dengan literasi finansial, seperti film, lagu, aplikasi, dan bahan lainnya;
  2. Seminar atau pelatihan tentang literasi finansial;
  3. Partisipasi dalam kegiatan yang berkaitan dengan literasi finansial, seperti mengajak anak mengikuti lomba literasi finansial, penyuluhan literasi finansial, dan kegiatan lainnya;
  4. Pemanfaatan media teknologi tentang literasi finansial; dan
  5. Penggunaan permainan edukatif tentang literasi finansial.

Perluasan Akses Sumber Belajar Bermutu dan Cakupan Peserta Belajar

  1. Pemanfaatan fasilitas di rumah untuk tampilan-tampilan literasi finansial;
  2. Pemanfaatan fasilitas lain di rumah untuk “laboratorium finansial”, misalnya, taman atau kebun di rumah, dapur, dan keluarga; dan
  3. Interaksi di luar rumah terkait pembelajaran literasi finansial, seperti transaksi jual beli di pasar, kegiatan menabung di bank, pemberian santunan (berderma), dan kegiatan lainnya.

Peningkatan Pelibatan Publik

  1. Penyediaan layanan informasi literasi finansial untuk keluarga oleh lembaga keuangan yang berwenang dan komunitas di masyarakat;
  2. Penyediaan fasilitas pelatihan edukasi literasi finansial untuk keluarga oleh lembaga-lembaga keuangan di masyarakat;
  3. Kegiatan publik dengan memasukkan unsur literasi finansial untuk keluarga;
  4. Penyelenggaraan kegiatan keluarga yang berhubungan dengan literasi finansial (berkolaborasi dengan sekolah dan masyarakat); dan
  5. Melibatkan orang tua dalam kegiatan literasi finansial di sekolah.

Penguatan Tata Kelola

  1. Pengalokasian waktu dan dana bagi orang tua untuk mengikuti pelatihan tata kelola keuangan yang efektif dan efisien bagi keluarga;
  2. Penerapan sistem finansial yang efektif dan akuntabel dalam tata kelola keuangan untuk kesejahteraan keluarga;
  3. Pelibatan anggota keluarga terlibat dalam pengambil keputusan dalam rangka perencanaan dan tata kelola keuangan keluarga; dan
  4. Peningkatan inklusi keuangan di setiap keluarga dalam memahami dan menggunakan produk dan layanan jasa keuangan dalam merencanakan tujuan finansial.

Untuk Lebih lengkapnya silahkan dibaca Disini

Baca Juga :

Literasi Sains dalam Keluarga

Literasi Digital dalam Keluarga

literasi-sekolah-cerita-rakyat-dapat-tumbuhkan-nasionalisme-anak/

 

Tinggalkan Balasan