Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences), Gali Potensi Belajar Anda

By | 26 Oktober 2017

kecerdasan majemuk

Kecerdasan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan sukses atau gagalnya peserta didik belajar di sekolah. Peserta didik yang mempunyai tingkat kecerdasan rendah atau di bawah normal sukar diharapkan berprestasi tinggi. Tetapi tidak ada jaminan bahwa dengan tinggi kecerdasan tinggi seseorang secara otomatis akan sukses belajar di sekolah.

Teori multiple intelligences dikembangkan pada tahun 1983 oleh Dr. Howard Gardner, profesor pendidikan di Harvard University. Profesor Gardner yang telah menemukan teori kecerdasan majemuk atau Multiple Intelligences

Gardner mengatakan bahwa sekolah dan budaya kita memusatkan sebagian besar perhatian mereka pada kecerdasan linguistik dan logika-matematis. Kami menghargai orang-orang yang sangat mengartikulasikan atau logis dari budaya kami. Namun, Dr. Gardner mengatakan bahwa kita juga harus memberi perhatian yang sama pada individu yang menunjukkan bakat dalam kecerdasan lainnya: para seniman, arsitek, musisi, naturalis, desainer, penari, terapis, pengusaha, dan orang lain yang memperkaya dunia tempat kita tinggal.

Sayangnya, banyak anak yang memiliki karunia ini tidak mendapat banyak penguatan untuk mereka di sekolah. Banyak dari anak-anak ini, pada kenyataannya, akhirnya diberi label “belajar cacat,” “ADD (attention deficit disorder,” atau hanya kurang berprestasi, ketika cara berpikir dan pembelajaran unik mereka tidak ditangani oleh kelas bahasa linguistik atau logika matematis.

Teori multiple intelligences mengusulkan sebuah transformasi besar dalam cara sekolah kita dijalankan. Ini menunjukkan bahwa para guru dilatih untuk mempresentasikan pelajaran mereka dengan berbagai cara dengan menggunakan musik, pembelajaran kooperatif, kegiatan seni, permainan peran, multimedia, kunjungan lapangan. , refleksi batin, dan banyak lagi

Kabar baiknya adalah bahwa teori kecerdasan majemuk telah menarik banyak pendidik di seluruh negeri, dan ratusan sekolah saat ini menggunakan filosofinya untuk merancang ulang.  Kabar buruknya adalah bahwa ada ribuan sekolah yang masih berada di luar sana yang mengajar dengan cara lama yang sama, melalui ceramah kering, dan lembar kerja yang membosankan

Teori kecerdasan majemuk juga memiliki implikasi kuat untuk pembelajaran dan pengembangan orang dewasa. Banyak orang dewasa menemukan dirinya dalam pekerjaan yang tidak memanfaatkan secara optimal kecerdasan mereka

Mari kita bahas satu per satu kecerdasan di atas. Selain penjelasan bentuk kecerdasan, juga dikaitkan dengan pelajaran yang diajarkan di sekolah serta tokoh atau profesi yang memiliki kecerdasan tersebut.

Dalam teori multiple intelligent, ada 8 kecerdasan  yang bisa digunakan untuk menjelaskan potensi belajar Anda. Setiap kecerdasan tersebut, dapat memberikan manfaat bagi Anda. Apa saja delapan kecerdasan itu?

1. Kecerdasan Verbal/Linguistik

Kecerdasan verbal adalah kecerdasan yang melibatkan kemampuan untuk berbicara dan menulis. Anda dapat mengaktifkan kecerdasan ini dengan mencoba mempelajari kata-kata baru setiap harinya. Caranya dengan membaca, mendengarkan berita di radio, melibatkan diri dalam perdebatan, dan berpartisipasi secara aktif dalam diskusi kelas.

2. Kecerdasan Logikal/Matematika

Kecerdasan logikal ini melibatkan angka-angka dan penalaran. Anda dapat mengaktifkan kecerdasan ini dengan sering menyelesaikan perhitungan, mempelajari berbagai rumus, dan memecahkan teka-teki.

3. Kecerdasan Visual/Spasial

Kecerdasan visual/spasial melibatkan proses berpikir dalam bentuk lukisan atau gambar. Anda bisa mengaktifkan kecerdasan ini dengan menganalisis alat bantu visual dalam teks buku dengan memetakan pikiran dalam sebuah gambar, diagram/ bagan.

Bentuk kecerdasan ini umumnya terampil menghasilkan imaji mental dan menciptakan representasi grafis, mereka sanggup berpikir tiga dimensi, mampu mencipta ulang dunia visual.

Kecerdasan ini dapat ditemukan pada pelukis, pematung, programmer komputer, desainer, arsitek.

4. Kecerdasan Tubuh/Kinestetik

Kecerdasan tubuh/kinestetik melibatkan gerakan tubuh dan penanganan masalah. Kecerdasan ini dapat diaktifkan dengan menggunakan ketrampilan motorik Anda secara teratur. Contohnya, melakukan berbagai latihan olahraga, jogging, dan secara langsung aktif dalam berbagai kegiatan. Anda juga bisa mengaktifkan kecerdasan ini dengan mengerjakan tugas Anda di komputer.

5. Kecerdasan Musikal

Kecerdasan musikal melibatkan kemampuan bermusik seperti irama dan nada. Aktifkanlah kecerdasan tipe ini dengan sering mendengarkan musik, memainkan alat musik, atau bernyanyi.

6. Kecerdasan Interpersonal

Kecerdasan interpersonal melibatkan respons dalam hal suasana hati, motivasi, dan kebutuhan orang lain. Hal ini mengarah pada membangun suatu hubungan baik dengan orang lain dan menikmati pergaulan dengan orang lain. Anda dapat mengaktifkan kecerdasan ini dengan sering berpartisipasi dalam kegiatan diskusi, debat pendapat, atau aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial.

7. Kecerdasan Intrapersonal

Kecerdasan intrapersonal mencakup harga diri, penghargaan terhadap diri sendiri, dan kesadaran diri. Kecerdasan tipe ini dapat diaktifkan dengan menguji secara kritis kekuatan dan kelemahan Anda.

8. Kecerdasan Natural

Kecerdasan natural adalah kecerdasan yang dapat menghargai dan memahami kondisi alam. Anda dapat mengaktifkan kecerdasan ini dengan menjelajahi kondisi alam, yaitu dengan berkemah atau dengan mendaki gunung. Hal itu dapat membantu Anda memahami lingkungan alam.

Dengan mengali delapan kecerdasan di atas, anda akan terbantu dalam menemukan bakat yang terpendam. Tak perlu menguasai seluruh kecerdasan itu, tetapi temukankan kecerdasan yang paling Anda kuasai dan hubungkanlah dengan sesuatu yang anda inginkan

 

 

Tinggalkan Balasan