Guru Ideal Jadi Impian, Membangun Peradaban Melalui Pendidikan

By | 6 Desember 2016

teacher

Guru adalah profesi mulia sebagai pekerjaan para nabi dan rasul. beruntunglah orang-orang yang telah menceburkan dirinya dalam profesi ini. guru telah menjadi orang terpilih mendedikasikan waktu dan tenaga untuk membangun peradaban melalui pendidikan. apa yang saya katakan tentu tidak mewakili secara keseluruhan apa yang ada dalam pikiran sebagian besat guru di Indonesia. karena tidak bisa dipungkiri masih ada yang berpikiran bahwa menjadi guru adalah pekerjaan yang melelahkan. Mental seperti inilah yang membuat sebagian guru tak mampu menikmati profesi mulia ini. Akibatnya ada guru yang minim inovasiĀ  dan kreatifitas diri dalam profesinya.Peran guru sebagai orang yang bisa mengajar murid-muridnya.

Guru juga merupakan sosok yang bisa mengarahkan pendidikan bagi para murid yang dididiknya. Guru sebagai pendidik, pengajar, dan fasilitator bagi para muridnya. Oleh karenanya, sosok guru menjadi sangat urgen dalam dunia pendidikan. Salah satu faktor keberhasilan pendidikan juga ditentukan oleh guru.

Ketika kota Hiroshima dan Nagasaki dibombardir oleh Amerika Serikat pada 1945, hal yang pertama ditanyakan oleh Kaisar Jepang, Kaisar Hirohito adalah berapa banyak guru yang masih hidup. Kaisar Hirohito sangat sadar bahwa kemajuan dan kebangkitan suatu bangsa itu dimulai dari sumber daya manusianya. Sementara sumber daya manusia yang baik itu bisa dicapai dengan pendidikan. Sedangkan faktor yang penting dalam pendidikan pada masa itu adalah keberadaan guru.

Guru Ideal : adalah guru yang punya keikhlasan dalam mengajar dan belajar. Guru yang punya keyakinan bahwa target pekerjaannya adalah membuat para siswa berhasil memahami materi-materi yang diajarkan. Guru yang ikhlas akan berintrospeksi apabila ada siswa yang tidak memahami materi ajar. Guru yang berusaha meluangkan waktu untuk belajar sebab mereka sadar, profesi guru tidak boleh berhenti untuk belajar

Gurunya memiliki karakter yang mulia, budi pekerti, moral, dan etika yang luhur, serta memiliki kompetensi yang berkualitas. Dengan demikian, guru bukanlah seperti robot yang kinerjanya mirip seperti robot. Guru robot hanya peduli pada beban materi yang harus disampaikan kepada para murid di waktu kegiatan belajar-mengajar dilaksanakan.

Guru juga tidak berkarakter materialis. Guru materialistis hanya mementingkan materi finansial belaka. Guru materialistis adalah guru yang selalu melakukan perhitungan, hal ini seperti yang dilakukan oleh para pelaku bisnis. Guru seperti itu hanya mengincar dan menghitung berapa besar gaji yang diberikan sehingga terkadang menimbulkan ketidakikhlasan dalam mendidik para murid.

Guru yang diidealkan adalah guru yang ikhlas, mau belajar, dan tegar serta sabar dalam mengajar para muridnya. Guru juga mau mengajar dan menerima murid dengan berbagai karakter

Guru mesti bersikap profesional, personal, sosial, dan pedagogik. Di hadapan guru, setiap murid berpotensi sebagai pemenang. Guru tidak mendiskriminasi setiap muridnya atau sebagian murid yang memiliki perbedaan dan kelainan. Dia selalu mengajar dengan hati, memahami kemampuan murid dan terus menjelajahinya, mengajar dengan cara yang menyenangkan dan menarik, serta mampu menempatkan diri sebagai fasilitator yang baik terhadap pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar.

Guru tidak mendiskriminasi setiap muridnya atau sebagian murid yang memiliki perbedaan dan kelainan. Dia selalu mengajar dengan hati

Seorang guru mesti menguasai dua konsep dasar, yaitu pedagogi dan kepemimpinan. Guru harus mengerti dan bisa mempraktikkan konsep pedagogi yang efektif agar tujuan pendidikan tercapai. Namun tak dapat dimungkiri bahwa kondisi tiap zaman berbeda. Begitu pula kondisi tiap daerah. Banyak sekali faktor yang berpengarh pada keberhasilan pendidikan. Guru saat ini haruslah senantiasa up-to-date terhadap perkembangan ilmu pedagogi.

Konsep lain yang penting adalah kepemimpinan. Guru adalah pemimpin di kelas bagi para muridnya. Guru mesti memberikan contoh yang baik kepada para muridnya. Akhlak guru memancar menjadi inspirasi pembentukan karakter murid-murid. Tidak hanya demikian, guru juga harus bisa memberikan motivasi kepada para muridnya di dalam kelas. Hal yang penting lagi bagi guru, adalah bahwa guru itu harus senantiasa belajar untuk meningkatkan kualitas dirinya. Tidak dapat dimungkiri lagi bahwa arus perkembangan dan perubahan zaman begitu drastis dan berjalan sangat cepat. Oleh karenanya, guru juga harus mampu menghadapi arus perubahan tersebut.

Guru, harus senantiasa belajar untuk meningkatkan kualitas dirinya untuk menghadapi arus perubahan.

Menjadi guru adalah pilihan hati, maka tetapkanlah hati dalam profesi ini, jangan menyerah, teruslah mencoba. kiranya dengan profesi yang amat mulia ini akan membangkitkan semangat guru dalam mendidik sehingga muncul inovasi dan kreatifitas, maka bersiapkan menerima perubahan besar dalam profesi.

#RameDiTwitter

sumber : dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan