Guru Diminta Gali dan Ajarkan Sejarah Lokal

By | 17 April 2017

Direktur Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Triana Wilandadi mengajak guru untuk menggali sejarah lokal di daerah masing-masing dan mengajarkan pada siswa agar mengetahui sejarah daerahnya.

“Guru seluruh Indonesia mari bersama menggeliatkan dan menggali sejarah lokal daerah masing-masing,” ujar Triana, pada pembukaan Internalisasi Nilai Kebangsaan di Perbatasan 2017, di Siak, Ahad (16/4) malam.

Seluruh guru IPS dan sejarah yang hadir dalam kegiatan tersebut, kata dia, pernah mengikuti workshop guru sejarah dan memiliki wawasan penulisan sejarah lokal.

Menurutnya, guru sebaiknya mulai mengajak siswa dan memberikan tugas kepada mereka untuk menggali sejarah lokal, agar mengetahui sejarah daerahnya sendiri sebelum mengenal sejarah nasional. “Kami harapkan guru sebagai agen perubahan bisa berdampak pada seribu siswa,” kata Triana lagi.

Dalam kegiatan tersebut, guru SMP dan SMA dari 34 provinsi di Indonesia akan mengunjungi situs cagar budaya di Kabupaten Siak.

Kabupaten Siak dipilih karena memiliki banyak sisi sejarah serta peninggalan dan bukti sejarah masih ada semua hingga kini dan untuk mempelajari sejarah Melayu.

Triana menuturkan tujuan kegiatan itu adalah untuk meningkatkan kesadaran dan keyakinan komitmen nilai kebangsaan. “Guru bisa menyampaikan secara benar ketika mengunjungi situs atau objek sejarah, sehingga muncul perspektif yang diyakini memberikan pengetahuan pada siswa,” kata dia.

Presiden Joko Widodo memberikan instruksi mengenai Program Indonesia Pintar (PIP), pendidikan vokasi dan penguatan pendidikan karakter (PPK). Dalam penguatan pendidikan karakter, Kemendikbud menjalankannya dengan menguatkan nilai-nilai kepahlawanan, tokoh, dan bukti sejarah yang ada di Indonesi

antara.com

Loading...

Tinggalkan Balasan