Monthly Archives: Maret 2017

Guru Masih Belum Nyaman Bekerja

Pengamat pendidikan dari Universitas Paramadina, Mohammad Abduhzen menunggu implementasi Permendikbud Nomor 10 Tahun 2017 tentang Perlindungan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Ia menilai, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) hanya berupaya menjabarkan yang ada dalam UU Sisdiknas. “Namun, hal itu tidak atau belum cukup memberikan rasa aman dan nyaman bagi guru dalam bekerja. Kelanjutan, teknis dan… Read More »

Mengenal Karakteristik Peserta Didik Berdasarkan Aspek Moral

Istilah moral berasal dari kata Latin “mos” (moris) yang berarti adat istiadat, kebiasaan, peraturan/nilai-nilai atau tata cara kehidupan. Sedangkan moralitas merupakan kemauan untuk menerima dan melakukan peraturan, nilai-nilai atau prinsip-prinsip moral. Nilai-nilai moral itu, seperti seruan untuk berbuat baik kepada orang lain, memelihara ketertiban dan keamanan, memelihara kebersihan, dan memelihara hak orang lain, serta larangan… Read More »

Sekolah Perlu Sosialisasikan Bahaya Skip Challenge

Psikolog dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Koentjoro memandang perlu sekolah menyosialisasikan risiko dan bahaya dari skip challenge. Tak hanya itu, sekolah juga dinilai perlu menindak para siswanya yang melakukan tantangan berbahaya itu. “Tantangan permainan itu berbahaya. Tidak hanya bagi kesehatan tubuh, tetapi juga menimbulkan dampak psikologis berupa ketagihan melakukan hal serupa secara berulang,” katanya di… Read More »

Kuantitas Guru Tak Jadi Pengukur Kualitas Mutu Pendidikan

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud, Ari Santoso menyebut kuantitas guru tidak bisa menjadi pengukur kualitas pendidikan di suatu daerah. “Secara solusi tentang guru, indikator angka tak bisa menjadi pengukur,” katanya dalam Gathering Media Sosial di Perpustakaan Kemendikbud, Jakarta, Senin (6/3). Ari mengatakan, jumlah guru dan siswa ideal, yakni 1 berbanding 20 telah terpenuhi… Read More »